Puluhan Seniman Gelar Pameran Lukisan Dukung Jokowi: Presiden Impian - detikNews

Pantauan di lokasi, di Ballroom, Hotel Pullman, Central Park, Jakarta Barat, Minggu (10/2/2019), sebanyak 72 lukisan dipamerkan. Beberapa di antaranya merupakan lukisan potrait wajah Jokowi.
Salah satu seniman, Heri Kris mengatakan, pameran lukisan ini merupakan bentuk dukungan kepada Jokowi. Sebab, Jokowi merupakan sosok yang diimpikan para seniman sejak orde baru tumbang.
"Nah sosok itu terdapat pada Pak Jokowi dan tentunya ketika 2014 kami membuat dukungan dan kami memantau terus pergerakan dan perjuangan kerja keras Pak Jokowi, di tahun 2019, kami membuat dukungan lagi untuk Pak Jokowi," imbuh Heri.
Sementara, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengapresiasi penyelenggaraan pameran dari para pelukis lintas generasi itu. Dia yakin dukungan ini menunjukkan bahwa Jokowi merupakan pemimpin yang terbaik.
"Dengan segala kerendahan hati, saya menyambut baik dukungan-dukungan ini karena beliau masih yang terbaik hari ini, beliau adalah figur, bukan hanya pemimpin tapi beliau adalah figur bapak dan sahabat untuk rakyat," ujar Erick dalam sambutannya.
"Saya ingin ucapkan terima kasih kepada senior, seniman pelukis yang bisa hadir pagi hari ini, dan saya yakini pergerakan yang kita lakukan Insya Allah ada manfaatnya untuk keluarga dan bangsa kita," lanjutnya.
Erick mengatakan para pelukis dalam pameran ini memaknai arti peradaban dan pembangunan bangsa dengan sebuah karya seni. "Lukisan ini bukan hanya menjadi media dokumentasi tapi telah menjadi alat erjuangan dengan cara tersendiri. Mereka memiliki konstribusi nyata dalam membangun dan memajukan bangsa ini," jelasnya.
Para pelukis menurutnya dapat memberikan gambaran ekspresi kegelisahan masyarakat saat ini. Namun, jelas Erick, dengan adanya kegelisahan itu diharapkan masyarakat untuk tetap bersatu.
"Itu yang kita harapkan. Saya rasa kita mengajak dan ekspresi mereka ini kan tidak merupakan unsur apa. Tapi memang ekspresi kegelisahan. Di mana bangsa yang sudah bagus ini mau dipecah-belah. Kegelisahan ini kita tampakkan bahwa kita ingin tetap satu kok. Kita enggak mau punah, pecah-belah," katanya.
(mae/tor)
Tidak ada komentar