Idris Laena: Jangan Kaitkan Harga Kelapa Anjlok dengan Presiden Jokowi - Gatra

Pekanbaru, Gatra.com - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin di Riau, Idris Laena, berharap persoalan anjloknya harga kelapa di Indragiri Hilir (Inhil) tidak dikaitkan dengan kinerja Pemerintahan Jokowi.
Menurut politisi Golkar tersebut jajaran pemerintahan di daerah perlu memberikan respon terhadap persoalan itu.
"Kita tidak bisa membilang semuanya karena pemerintah, apalagi presiden. Jauh sekali presiden mengurus persoalan kelapa. Tetapi pemerintah daerah bisa melakukan intervensi," ungkapnya kepada Gatra.com, Senin (28/01).
Sebagai informasi, anjloknya harga kelapa dari Rp1 ribu perbutir hingga kisaran Rp400 sampai Rp500 perbutir, telah menimbulkan gejolak di daerah bagian selatan Provinsi Riau tersebut.
Berlarutnya persoalan ini bahkan mencuatkan rasa terpinggirkan masyarakat Inhil. Untuk diketahui lebih dari 70% perekonomian di Inhil bergantung pada sektor komoditi kelapa.
Laena menyebut intervensi yang dapat dilakukan pemerintah daerah melalui sentuhan pada tata niaga.
"Artinya kalau ada kecendrungan pasar dalam negeri sudah jenuh, sehingga tidak mampu menampung, berikanlah alternatif, carikanlah penampung," tambahnya.
Sebelumnya Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Ahmad Hijazi, berharap pemerintah kabupaten lebih jeli melihat persoalan. Hijazi pun menampik tudingan yang menyebut Pemprov lepas tangan.
Menurutnya, pihaknya sudah beberapa kali mencoba melakukan inisiatif untuk mengurai persoalan kelapa. Hanya saja upaya tersebut terkesan mandek.
"Kadang urusan kabupaten, kabupaten katakanlah ada urusan prioritas. Dilempar ke provinsi, provinsi juga kan punya prioritas. Kalau ada hambatan-hambatan ekspor itu yang mesti kita dudukan di level daerah. Kan pemkab bisa mengamati, siapa saja yang menghambat itu," jelasnya.
Reporter: Febri Kurnia
Editor: Mukhlison
Tidak ada komentar